Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di ro[B]ot cy[B]er | Welcome and Thanks for visiting at ro[B]ot cy[B]er
Showing posts with label Indieklopedia. Show all posts
Showing posts with label Indieklopedia. Show all posts

0 SEX PISTOLS

06:51 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Sex Pistols adalah salah satu kelompok musik punk rock yang paling berpengaruh dari Inggris. Mereka didirikan pada tahun 1972 sebagai The Strand (merujuk kepada sebuah lagu oleh Roxy Music), oleh Paul Cook (drums), Steve Jones  (vocals), dan Wally Nightingale (guitar). Selain itu anggota-anggota awal lain meliputi Stephen Hayes (bass) dan Jim Mackin (organ).

Anggota
    * Johnny Rotten – vocals (1975-1978, 1996, 2002, 2003)
    * Steve Jones – guitar (1975-1978, 1996, 2002, 2003)
    * Glen Matlock – bass (1975-1977, 1996, 2002, 2003)
    * Paul Cook – drums (1975-1978, 1996, 2002, 2003)
    * Sid Vicious – bass (1977-1978)

Diskografi

    * Never Mind the Bollocks, Here's the Sex Pistols (28 Oktober 1977) # 1 UK, # 106 US
    * The Great Rock 'n' Roll Swindle (26 Februari 1979) # 7 UK
    * Some Product: Carri on Sex Pistols (wawancara dan radio spots) (27 Juli 1979) # 6 UK
    * Flogging a Dead Horse (kompilasi) (16 Februari 1980) # 23 UK
    * Kiss This: The Best Of (10 Oktober 1992) # 10 UK
    * Filthy Lucre Live (24 Juni 1996) # 26 UK
    * Jubilee: The Best Of (27 Mei 2002) # 29 UK
    * Sex Pistols Box Set (2 Juni 2002)
    * Raw and Live (16 Februari 2004)
Read More »

0 ALICE IN WONDERLAND

00:44 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Alice In Wonderland terbentuk pada tahun 2010 dengan mengusung konsep musik screamo dengan personil Rendy (vocal), Gosrenk (bass/growl), Yoga (gitar), Ozy (lead gitar), Bobby(keyboard), Rangga(Drum). Seiring dengan perkembangan musik rock dengan aliran metal/screamo di kota malang. A.I.W (Alice In Wonderland) mencoba membawakan instrument musik yang berbeda khususnya di kota Malang. Arti dari nama Alice in wonderland sendiri sebernarnya memiliki arti khayalan khayalan kami(Red. A.I.W) untuk bermimpi bisa menjadi band yang memiliki reputasi besar dan profesional. Mungkin mimpi kita (Red. A.I.W) terlalu tinggi namun setiap orang tidak akan bisa hidup tanpa mimpi dan mimpi itulah yang membuat kita (Red. A.I.W) untuk bisa menjadi lebih dari harapan kita(Red. A.I.W). Band band yang mempengaruhi musik A.I.W antara lain The Devil Wears Prada, Bless the Fall, Asking Alexandria, dan Motionless in White.
Read More »

0 SUICIDAL SINATRA

00:37 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Suicidal Sinatra adalah band yang terbentuk di Bali pada tahun 1996 awalnya dengan mengusung nama S.O.S. (Soul Of Speed) yang jika dilihat dari namanya tegas menyiratkan genre musik yang diminati yaitu Heavy Metal utamanya Helloween.

Pada fajar 2001 S.O.S. pelan-pelan bergeser dari genre Heavy Metal menuju Rockabilly a la Living End serta diramu dengan Psychobilly tipikal Tiger Army & Reverend Horton Heat (campur sari ini mereka istilahkan sebagai “Rockabilly Nu Skool”). Sampai kemudian 14 Februari 2004 S.O.S. merilis album indie pertama bertajuk “Valentine Ungu”. Album yang berisikan 8 lagu ini seakan mendeklarasikan S.O.S. telah resmi pindah jalur ke Rockabilly Nu Skool.

Album Valentine Ungu sendiri mendapat respon positif dari pasar, dimana 700 keping segera saja ludes habis terjual. Beberapa media massa nasional memberi komentar cukup baik terhadap Valentine Ungu. Sementara komunitas Indie di Jakarta sempat pula mencicipi dahsyatnya performa mereka saat mengguncang GOR Jakarta Utara dan hajatan kampus Universitas Sahid pada pertengahan 2004 silam.

Untuk melengkapi perubahan identitas musikal dari Heavy Metal ke Rockabilly Nu Skool maka pada 16 Agustus 2004 S.O.S. formal berubah wujud menjadi SUICIDAL SINATRA (terjemahan bebasnya : Frank Sinatra dalam versi yang lebih garang/nekat ). Sinatra—dengan personil terakhir Opix Sinatra (biduan, gitar pendamping), Leo Sinatra (gitar utama), Kappe Sinatra (bass betot), Ajie Sinatra (drum)—di saat hampir bersamaan pada akhir 2004, menyabet gelar prestisius sebagai kelompok musik terbaik di ajang Indie bergengsi “Skool Of Rock” sesi ke II yang diselenggarakan oleh Hard Rock CafĂ©, Bali.

Tepat setahun setelah dirilisnya Valentine Ungu, pada Februari 2005 Sinatra menerbitkan mini album ”Love Songs & Stinkin’ Cheese” dengan 5 tembang cadas bertempo sedang: “White Shoes”, “No Money No Honey”, “Can’t Be Ur Man”, “Going Old With You”, serta “Kentang”.

Eksistensi “Love Songs & Stinkin’ Cheese” ternyata sanggup menculik perhatian jajaran media nasional berpengaruh mulai dari Hai, Trax, Ripple, hingga Rolling Stone. Malah Rolling Stone secara tegas memberi Sinatra gelar terhormat dengan menempatkan Sinatra sebagai “Artists to Watch” di salah satu edisinya. Ekspose yang demikian gencar akhirnya menggugah para event organizer untuk mengundang Sinatra tampil dalam konser-konser bergengsi. Yang patut dicatat di antaranya adalah kehadiran mereka sebagai band panggung utama di Soundrenaline Bali pada Agustus 2005. Sementara single “White Shoes” penetrasinya cukup jauh hingga mencapai Jepang. Single tersebut disertakan dalam album kompilasi “Tropicalize II” disatukan dengan artis-artis besar macam Pennywise & Jack Johnson. Dan videoklip “White Shoes” juga menorehkan jejak prestasi fenomenal dengan meraih juara pertama dan bertahan hingga beberapa minggu di chart videoklip indie Global TV.

Pada 2007 Sinatra akhirnya merilis album–yang frontal mengekspresikan pilihan genre mutakhir mereka—bertajuk “Boogie Woogie Psychobilly”. Benar, Sinatra telah mengukuhkan dirinya sebagai band pioneer Psychobilly di Indonesia.
Read More »

0 BULLET FOR MY VALENTINE

08:33 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Bullet for My Valentine adalah band heavy metal Welsh dari Bridgend, dibentuk pada tahun 1998. Band ini terdiri dari Matt Tuck (vokal, gitar), Michael Paget (lead guitar, backing vokal), Jason James (bass gitar, backing vokal), dan Michael Thomas (drum). Mereka dibentuk di bawah nama Jeff Killed John dan memulai karir musik mereka dengan menutup lagu-lagu Metallica dan Nirvana. Jeff Killed John mencatat enam lagu yang tidak dirilis, dua dari trek yang dikerjakan ulang kemudian dalam karir mereka sebagai Bullet for My Valentine. Kesulitan keuangan didikte perubahan nama, yang diikuti oleh perubahan arah musik. Pada tahun 2002, band ini dijamin kontrak lima album dengan Sony BMG. Band ini telah menyatakan bahwa musik mereka dipengaruhi oleh klasik band heavy metal seperti Metallica, Iron Maiden, dan Slayer. Band ini merupakan bagian dari dunia musik Cardiff.
Bullet for My Valentine debut album ini,The Poison, dirilis pada tanggal 3 Oktober 2005 di Inggris dan pada tanggal 14 Februari 2006 di Amerika Serikat bertepatan dengan hari Valentine maka nama band mereka. Album memasuki Billboard 200 di Amerika Serikat di nomor 128. Ini bersertifikat Emas oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika. Band ini tampil di Download Festival dan Kerrang! XXV, dan melakukan tur AS dengan Rob Zombie. Bullet untuk album kedua My Valentine itu, Scream Aim Fire, dirilis pada tanggal 29 Januari 2008 dan debut di nomor empat di Billboard 200. Album ketiga band ini, Fever, dirilis pada tanggal 26 April 2010 dan debut di nomor tiga di Billboard 200. Band ini telah menjual lebih dari satu juta album di Amerika Serikat dan hampir 2.500.000 album di seluruh dunia dan merupakan tindakan paling berhasil dalam Kerrang! Award kategori "Best British Band" dengan tiga kemenangan.

Sejarah
Jeff Killed John and record deal (1998—2005)
Jeff Killed John adalah band cikal bakal Bullet for My Valentine dan dibentuk pada tahun 1998 oleh Matthew Tuck, Michael "Padge" Paget, Nick Crandle, dan Michael "Moose" Thomas sambil belajar musik di Bridgend College. Bermain Nirvana dan Metallica cover songs, band ini merilis EP dua jalur pada tahun 2002,  You/Play with Me , yang diproduksi oleh Greg Haver. EP ini dibiayai melalui Pynci Scheme untuk musisi new Welsh dan rilis mengumpulkan penyiaran radio siaran BBC Radio 1 di Newport TJ. Jeff Killed musik Yohanes mengikuti tren nu metal yang ditetapkan oleh band-band seperti Korn dan Limp Bizkit. Bassist Crandle meninggalkan band pada malam memasuki sesi rekaman untuk  You/Play with Me dan digantikan oleh Jason James . Band ini kemudian berganti nama menjadi Bullet for My Valentine dan ulang strategi musik mereka. Mereka memutuskan untuk memainkan lagu-lagu thrash metal dengan "harmony guitars and big angelic choruses" menurut frontman Tuck.
Roadrunner Records menunjukkan minat Bullet for My Valentine dan menawarkan band kesepakatan. Tawaran itu akhirnya ditolak, dan band ini menandatangani kontrak rekaman lima album dengan Sony BMG dan lisensi kesepakatan Inggris dengan Visible Noise. Menurut Tuck, mereka memilih Sony karena,  "We thought that a lot more doors would be open to us".  Sebuah EP self-titled dirilis pada tanggal 15 November 2004 di Inggris. Diproduksi oleh Colin Richardson, itu menampilkan lima lagu dan ditandai rilis resmi pertama band. Sebuah EP kedua, Hand Of Blood, dirilis pada 22 Agustus 2005 melalui Trustkill Record dan hanya tersedia di AS. Rilis berisi satu tambahan melacak dari self-titled EP, "4 Words (To Choke Upon)". Daniel Lukes Decibel Magazine terakhir EP dengan menyatakan,  "The worst part is that the music itself isn’t all that bad, for the genre."  Dia melanjutkan untuk komentar bahwa band harus   "embarrassed"   tentang rilis. Zeromag Josh Joyce memuji band pada "how technical they can get without confusing the kids".

The Poison (2005—2007)
Bullet for My Valentine debut album ini, The Poison, dirilis pada tanggal 3 Oktober 2005 di Inggris dan pada Hari Valentine 2006 di Amerika Serikat. Memasuki Billboard 200 di nomor 128 dan mencapai nomor 11 di Independent Albums chart. Pada tanggal 30 Januari 2009, album ini bersertifikat emas oleh RIAA setelah terjual 500.000 kopi di Amerika Serikat. empat single yang dirilis dari Poison: "4 Words (To Choke Upon)",   "Suffocating Under Words of Sorrow (What Can I Do)", "All These Things I Hate (Revolve Around Me)", and "Tears Don't Fall". Bullet for My Valentine mempromosikan album dengan tur di seluruh dunia.. Pada tahun 2005, dengan popularitas meningkat, mereka bermain di panggung  Download Festival Snickers stage ; pada tahun 2006, band tersebut pindah ke dekat bagian atas RUU panggung utama wisata lainnya termasuk untuk membuka Metallica dan Guns 'N Roses di musim panas 2006,  Vans Warped Tour dan Earthday Birthday. Judul penampilan band di Kerrang! XXV, manggung satu kali di Brixton Academy di London pada tanggal 28 Januari 2006, difilmkan untuk DVD pertama mereka, The Poison:. Live at Brixton. Selama bulan Juni 2007, Tuck menderita radang tenggorokan, yang memungkinkan ke tonsilektomi darurat pada bulan Juli. Bullet for My Valentine terpaksa membatalkan beberapa acara, termasuk mendukung Metallica selama tiga tanggal di Sakit mereka dari tur '07 Studio pada tanggal 29 Juni di Bilbao, 5 Juli di Wina , dan 8 Juli di Stadion Wembley yang baru selesai di London tidak dapat berbicara., Tuck menulis bahwa segera setelah dokter dibersihkan dia akan berada di studio mengerjakan album berikutnya band ini.

Scream Aim Fire (2007—2008)
Untuk album kedua Bullet For My Valentine itu, Scream Aim Fire, tercatat sebesar   Sonic Ranch Studio  dan diproduksi oleh Colin Richardson. Tuck berkomentar pada waktu itu, "It's a lot more up tempo, a lot more aggressive". album ini dirilisdi AS pada 29 Januari 2008 itu terjual 53.000 kopi dalam minggu pertama dan memuncak di nomor empat di Billboard200. Tiga lagu yang dirilis sebagai single: "Scream Aim Fire",   "Hearts Burst into Fire" , dan "Waking Demon".
Untuk mendukung album baru, band tur Amerika Utara dan Australia pada musim semi 2008 untuk tur Taste of Chaos bersama Atreyu, Blessthefall, dan Avenged Sevenfold. Bullet for My Valentine memotong bagian Kanada tur dan terbangkembali ke rumah untuk mendukung putri James yang berada dirumah sakit.  Band ini tampil lagi di Amerika Utara pada musim panas 2008 sebagai bagian dari No Fear Tour dengan   Bleeding Through, Cancer Bats, and Black Tide. Pada akhir 2008, band ini melakukan tur Eropa, didukung oleh Lacuna Coil , Bleeding Through, and Black Tide. Pada bulan Desember 2008, Scream Aim Fire dirilis ulang dengan empat bonus track yang direkam selama sesi studio album, tetapi dengan merekam ulang vokal-baris.

Fever (2009-2011)
Matt Tuck berbicara kepada Daniel Marez dari Metal Hammer Maret 2009 tentang kemajuan band ini menulis dan merekam album ketiga mereka. Tuck menyatakan bahwa ada empat atau lima lagu yang sudah selesai dan bahwa  "usually we write and record 14 tracks that I then have to write vocal lines for, but this time I’m trying to write the vocals as I write the music". Bullet for My Valentine dikonfirmasi pada bulan Agustus 2009 bahwa mereka bertujuan untuk rilis awal 2010 untuk album baru, sementara Tuck menyatakan bahwa catatan yang akan datang adalah "jauh lebih matang yang terdengar, itu jauh lebih klasik. Itu akan bertahan dalam ujian waktu [more] dari kedua hal sebelumnya kami lakukan " Dalam wawancara 2010 Januari dengan Rock Sound, Tuck menyatakan rincian menjelaskan untuk album, itu akan berjudul Demam dan bahwa 11-track. catatan akan memiliki suara lebih dekat ke The Poison daripada Scream Aim Fire dan akan absen dari ballads.
Selama musim panas tahun 2009, Bullet for My Valentine tur di seluruh Amerika Serikat sebagai bagian dari Festival Mayhem, bersama Killswitch Engage, Slayer, dan Marilyn Manson di panggung utama; mereka juga tampil di UK leg tur Sonisphere di Knebworth, headlining tahap kedua. Band ini akan headlining tahap kedua di Download Festival 2010 pada Jumat malam. Band ini juga telah dikonfirmasi untuk   Nova Rock, Metaltown,Rock am Ring, Rock on the Range, The Bamboozle, Bilbao Live Festival, Fortarock and Graspop. Selain itu, mereka akan bermain bersama Big Four on the Greek leg of Sonisphere. Fever dirilis pada tanggal 27 April 2010. Sebuah download gratis lagu baru yang disebut "Begging For Mercy"  dirilis di website band di 14 Februari, 2010 sebagai bagian dari sebuah promsi  Twitter. Lagu "Your Betrayal" dipilih sebagai tunggal utama untuk album dan ditetapkan untuk rilis pada tanggal 9 Maret 2010, tetapi, tanpa diduga, dirilis sebelumnya pada 2 Maret 2010 sebagai single digital pada iTunes Store, Single kedua disebut "The Last Fight" dan dirilis pada tanggal 19 April. Album artwork untuk album studio dirilis di website resmi pada tanggal 5 Maret 2010. Bullet for My Valentine mengumumkan memulai tur AS mereka dalam mendukung Fever. Ini dimulai pada 30 April dengan Airbourne band dan Chiodos sebagai dukungan. Pada tanggal 12 Maret band ini merilis video musik untuk "The Last Fight" dan "Your Betrayal". Band ini mengungkapkan daftar lagu di situs Web mereka pada tanggal 15 Maret, serta berbagai sumber lainnya yang meliputi email ke semua pelanggan mereka di milis. Pada tanggal 26 April band ini memainkan pertunjukan rahasia di London untuk merayakan rilis Fever.

Fourth studio album (2011—present)
Pada tanggal 28 Januari 2011, Michael Paget menyatakan bahwa kelompok itu sudah ditarik proporsi untuk album studio berikutnya dan akan terdengar sangat mirip Fever. Dia mengikuti-bersama dengan menyatakan bahwa band ini berencana untuk memiliki lagu-lagu untuk itu ditulis dalam 2011 dan akan mulai merekam album pada akhir tahun. Sepasang  track dari sesi Fever mungkin diulang, diatur kembali dan kembali dicatat untuk rekor baru. Band ini akan bermain di Uproar Festival 2011, setelah itu mereka berniat untuk mulai menulis materi untuk album studio keempat. Band ini berharap untuk merilis album sekitar tahun 2012.
Pada tanggal 7 Oktober RCA Music Group mengumumkan membubarkan Jive Records bersama dengan Arista Records dan J Records. Dengan shutdown, band (dan semua artis lain yang sebelumnya menandatangani kontrak dengan tiga label) akan merilis materi masa depan mereka (termasuk album studio berikutnya mereka) pada merek Arsip RCA. Juga pada bulan Oktober, vokalis Matt Tuck mengumumkan bahwa ia akan bekerja pada sebuah proyek sampingan baru yang dia lukiskan sebagai  "metal as fuck" , dipengaruhi oleh band-band seperti Pantera dan Slipknot dengan sebagai musisi lain belum disebutkan namanya.




Read More »

0 VIERRA

13:24 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Vierra merupakan sebuah grup band musik asal Jakarta, Indonesia yang dibentuk pada November 2008. Band ini beranggotakan 4 orang yaitu Kevin Aprilio (piano/keyboard), Widy Soediro Nichlany (vokal), Raka Cyril Damar (gitar), dan Satryanda Widjanarko (drum). Pada saat tampil mereka menggunakan bantuan seorang bassist tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik Vierra dapat dikategorikan sebagai powerpop dan pop rock. Sampai saat ini mereka telah merilis 2 buah album yaitu My First Love (2009). dan Love, Love and Love (2011).
Bagi para penggemar Vierra, mereka memiliki sebuah komunitas fans club bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.

Sejarah
2008: Formasi
Pertemanan keempat personel Vierra bearawal dari pertemuan mereka di situs jejaring sosial Friendster.[3] Pada awalnya, Kevin berniat mengajak Tryan yang sudah ia kenal lebih dulu untuk membentuk sebuah band. Tryan kemudian mengenalkan Kevin kepada Raka untuk mengisi posisi gitar. Setelah itu mereka bertiga sepakat untuk membentuk sebuah band. Lalu, masih didalam Friendster, Raka memperkenalkan Widy kepada Kevin dan Tryan untuk mengisi posisi sebagai vokalis. Kevin yang merasa karakter vokal Widy cocok dengan konsep musiknya, lalu menerimanya sebagai vokalis.
Pada awalnya Kevin mengusulkan nama "Andante" sebagai nama band mereka. Namun merasa kurang cocok dengan nama tersebut, Tryan lalu mengajukan nama "Vierra" yang berarti "empat". Vierra pun resmi terbentuk pada bulan November 2008

2009: My First Love
Pada akhir Februari 2009, Vierra merilis album perdana mereka berjudul My First Love. Kevin mengatakan judul My First Love cukup menggambarkan bahwa "album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos." 
Sebagai single pertama, mereka merilis "Dengarkan Curhatku" pada Maret 2009. "Dengarkan Curahtku" dengan cukup cepat berhasil menduduki peringkat 5 besar di chart Dahsyat, MTV Ampuh, Derings, dan Inbox. Hal ini membuat nama Vierra langsung melambung di industri musik major Indonesia. Setelah Dengarkan Curhatku, Vierra juga merilis 5 lagu lain sebagai single yaitu: Bersamamu, Perih, Rasa Ini, Jadi Yang Kuinginkan, dan Seandainya.
Pada bulan Juli 2010, Vierra mengadakan sebuah kuis berjudul Seandainya Aku Liburan Bareng Vierra Ke Bali dengan hadiah berkunjung ke Bali bersama Vierra dan untuk menyumbangkan suara ke dalam beberapa lagu terbaru Vierra dalam album kedua mereka.
My First Love selain berhasil melambungkan nama Vierra, juga berhasil mencapai angka penjualan RBT sebanyak 9 juta dan mendapatkan penghargaan multiplatinum.
2011: Love, Love & Love
Setelah menuai kesuksesan album perdana mereka, Vierra resmi merilis album kedua mereka berjudul Love, Love and Love pada 14 Februari 2011 memanfaatkan momentum valentine. Pada album ini terlihat sedikit perbedaan dari segi lirik, dimana setiap lagu dalam album ini merupakan pengalaman setiap personel Vierra dan setiap lagunya sedikit terdengar lebih dewasa.
Dari album ini Vierra telah merilis 2 buah single yaitu Takut dan Terlalu Lama

Read More »

0 PEE WEE GASKINS

16:46 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Pee Wee Gaskins adalah grup musik asal Jakarta yang resmi terbentuk pada tahun 2007. Hingga saat ini, formasi Pee Wee Gaskins yang belum mengalami perubahan mayor terdiri atas Dochi, Sansan, Omo, Aldy, dan Ai. Hingga saat ini mereka telah merilis 3 album, yaituStories From Our High School Years (2008), The Sophomore (2009), dan Ad astra per aspera (2010).
Para penggemar band ini biasa disebut Party Dork, Dorkzilla, maupun Tatiana.Namun, mereka juga dibenci oleh sebagian orang yang disebut Anti Pee Wee Gaskins, atau sering disingkat APWG, atas alasan yang tidak jelas.
Nama Pee Wee Gaskins sendiri berasal dari nama julukan seorang pembunuh berantai asal Amerika Serikat, Donald Henry Gaskins.Awalnya Dochi dan Sansan menginginkan nama yang terkesan kejam dan memutuskan untuk mencari nama pembunuh berantai. Merekapun menemukan nama 'Pee Wee Gaskins' dan menganggap nama tersebut lucu dari luar tetapi menyimpan sisi kejam di dalamnya.
Read More »

0 PAS BAND

16:45 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
PAS Band adalah band yang awalnya, band yang lahir di kampus Unpad ini mulai meniti karier dari panggung-panggung underground sejak 1989. Pas Band berdiri secara resmi pada tahun 1990. Pada tahun 1993 grup yang terdiri dari Bengbeng (gitar), Trisno (Bass), Yukie (vokal) dan Richard Mutter (drum) ini merilis album EP berbendera indie label dengan debut, Four Through The Sap.
Mulai album kedua In (No) Sensation (1995) hingga sekarang, mereka digandeng oleh Aquarius Musikindo. Label ini membebaskan mereka untuk berkarya. Meskipun tidak bisa merangkul semua orang lewat musiknya yang tidak biasa, namun mereka mulai membangun basis massa yang setia dengan jalur yang mereka pilih.
Album kedua ini diikuti oleh album-album mereka berikutnya, yaitu indieVduality (1997), Psycho I.D. (1998). Pada album keempat, Richard mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Sandy (ex-U'Camp). Dengan formasi tanpa Richard, mereka merilis album kelima yang berjudul Ketika (2001), namun Sandy belum dapat bermain pada rekaman album ini karena masih terikat kontrak dengan label lain. Sandy yang sekarang ini menjadi penyiar di I-Radio 89.6 FM bergabung di album keenam PAS 2.0 (2003), dan album ketujuh Stairway to Seventh(2004). Dua tahun kemudian, Pas Band meluncurkan album the best berisi 3 lagu barunya "Permata Yang Hilang", "Romeo & Juliet", dan "Gladiator" dan 9 lagu hits lamanya. Dua tahun seakan menjadi waktu yang tepat untuk mengumpulkan materi untuk album terbarunya, dan akhirnya Pas Band mengumumkan akan menelurkan album barunya pada 20 Maret 2008, berjudul Romantic,Lies & Bleeding. Hits terbarunya berjudul "Aku" yang bercerita tentang pengakuan seorang lelaki bajingan, telah malang melintang diputar di radio-radio dan Internet.

Read More »

0 KOBE BAND

16:43 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Kobe adalah kelompok musik beraliran metal yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur yang digawangi oleh Ceko (vokal), Sanche (vokal), Helmi (gitar), Pay (gitar), Hidayat (bass), Idham (drum) dan Fariz (perkusi). Nama Kobe mulai dikenal sejak menjadi finalis dan dan juga peraih The Best Perfomance pada Festival Rock Se-Indonesia Ke X/2004 di Surabaya.
Pengalaman pertama mereka masuk dapur rekaman adalah saat Kobe bergabung dalam Album Kompilasi 10 Finalis Djarum Super Rock Festival X dengan lagu "Rock Show". Di bawah naungan artis management Log Zhelebour, album perdana pun dirilis dua tahun kemudian yang berjudul Positive Thinking. Pada tahun 2009, Kobe kembali merilis album keduanya, Pilih Aku Jadi No. 1 dengan hits singel Mimpi Basah.
Tahun 2008, Kobe menjadi band pembuka konser grup musik cadas Skid Row di Indonesia.
Read More »

0 GOODBOYBADMINTON

16:42 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
GoodBoyBadminton adalah band Indie rock dari Bandung, Jawa Barat Indonesia. Terbentuk pada tahun 2006 dengan dua orang anggota asli yang masih bertahan hingga sekarang: Ruswaman Rahmat sebagai vokalis/gitaris dan Doni Setiansyah sebagai perkusi/drummer. Termasuk juga Husein Prasetyo (bass dan backing vokal), Nanu Nurahman (gitaris utama dan backing vokal), dan Adyka Nugraha (kibor dan synthesizer).
Telah merilis album pertamanya dengan judul album Going Out dengan single Kartu Mati oleh Heaven Records pada tanggal 5 maret 2010.
Dan sekarang GoodBoyBadminton sendiri masih melakukan tour promo secara D.I.Y. dengan Heaven Records dan band-band seperti Disconnected dan Nudist Island.

Latar Belakang
Ruswaman Rahmat dengan kedua teman baik nya: Christoph Holler dan Mochamad Ramdhan, mulai membuat lagu untuk GoodBoyBadminton. Setelah lagu It's So Last Year muncul, mereka bertiga pun mulai mencari pemain drum. Ruswaman Rahmat mencoba konsultasi ke teman dekat nya dari band Rocket Rockers, Al a.k.a. Ucay. Al a.k.a. Ucay pun memberi rekomendasi untuk menghubungi pemain drum di album pertama Rocket Rockers yang juga merupakan salah satu pendiri Rocket Rockers yaitu Doni Setiansyah. Al a.k.a. Ucay pun memberi masukan untuk nama band, awalnya Ruswaman Rahmat hanya terpikir dua kata bahasa inggris yaitu: Good & Boy. Namun agar tidak indentik dengan Goodnight Electric, Al a.k.a. Ucay pun memberi saran agar menambahkan Badminton. Memang tidak ada kesinambungan dari kata Good Boy dan Badminton namun menurut Al a.k.a. Ucay dan Ruswaman Rahmat nama GoodBoyBadminton enak untuk di cerna dengan pikiran.
Dan bergabunglah Doni Setiansyah, dengan acuan aliran musik pop punk dan emo seperti Fall Out Boy dan Taking Back Sunday. Acuan bermusik dengan aliran pop punk diputuskan oleh Ruswaman Rahmat, Christoph Holler dan Mochamad Ramdhan saat GoodBoyBadminton belum sepenuhnya terbentuk.
Setelah berjalan, band pun masih mencari posisi untuk pemain keyboard dan synthesizer. Bergabunglah Daniel Jensen sebagai pemain keyboard dan synthesizer. Muncullah lagu-lagu mereka yang lain seperti: This Is The Worst, Alert; alert! Lind Says, Everytime We Say Good Bye.
2007
Pada tahun ini Mochamad Ramdhan dan Daniel Jensen harus meninggalkan band dan masuk lah Nanu Nurahman sebagai bassist menggantikan posisi Mochamad Ramdhan, dan Husein Prasetyo sebagai pemain keyboard dan synthesizer. Nanu Nurahman pernah menjadi vokalis dan gitaris di CloseHead sedangkan Husein Prasetyo pada masa ini masih sebagai teknisi bass nya Mulki Nazmulhakim, pemain bass Seurieus.
Band mulai mendapatkan banyak acara musik dan mulai terdengar cukup ramai terutama di kota Bandung. Sayang nya Christoph Holler harus meninggalkan band karena harus melanjutkan kuliah nya di Jerman, dan menetap di kampung halaman nya di Lörrach, Jerman. Sehingga membuat perubahan posisi lagi, Nanu Nurahman berganti posisi sebagai pemain gitar, Husein Prasetyo menjadi pemain bass. Dan Al a.k.a. Ucay menawarkan band untuk membuat 3way Split Album dengan band-band baru dari Jakarta yaitu: ALLS (A Little Less Sixteen) dan Pee Wee Gaskins di bawah naungan My Own Deck Records, Al a.k.a. Ucay pun menawarkan proposal ke My Own Deck Records dan sponsor-sponsor lain nya, namun belum menemui kesepakatan dengan sponsor-sponsor dan My Own Deck Records, sehingga proyek ini hampir dikatakan tidak jadi.
Setelah itu bergabung Nurfitri Djatnika alias Upit, sebagai pemain keyboard dan synthesizer. Upit sendiri pernah menjadi pemain perkusi/drum di Harapan Jaya, Boys Are Toys dan C.U.T.S.
2008
Dengan formasi terbaru pada tahun ini menghasilkan satu lagu berjudul Prediksi Tahun Depan (sekarang diganti menjadi Penantian Tahun Depan) sebagai lagu pertama yang menggunakan bahasa Indonesia dan I Cross My Heart, I Bled My Nose For This Scene.
Ternyata lagu-lagu baru mereka membuat beberapa perusahaan rekaman indie mulai melirik GoodBoyBadminton. Salah satunya Linoleum Records, yang mengajak bergabung di album Linoleum Records - Family Vol.1 Compilation. Sisanya sudah terekam, ter-mixing, ter-mastering dan kontrak namun belum dirilis hingga saat ini.
Band pun ditawari oleh Heaven Records untuk mengikuti kompetisi GBOB (Global Battle Of the Bands) 2008 sebagai tolak ukur musik GoodBoyBadminton. Hasilnya band mendapat peringkat ke empat di semi final.
2009
Nurfitri Djatnika keluar dari band karena ingin fokus menjadi ibu rumah tangga (pada tahun ini Upit menikah). Masuklah Yuwan Arwana menggantikan Upit di keyboard dan synthesizer.
Bulan July GoodBoyBadminton melakukan tanda tangan kontrak dengan Heaven Records untuk merilis album Going Out dan mulai memasuki dapur rekaman di bulan Agustus hingga November, namun Yuwan Arwana memutuskan untuk keluar sebelum sesi rekaman dimulai karena pekerjaan nya yang semakin sibuk. Sehingga hal ini membuat Ruswaman Rahmat harus mengisi rekaman keyboard dan synthesizer.
Pembuatan album ini menghasilkan lima lagu berbahasa Inggris, lima lagu berbahasa Indonesia dan dua lagu instrumen musik (intro,outro). Pembuatan album ini juga dibantu oleh musisi-musisi handal seperti: Al a.k.a. Ucay dan Aska Pratama dari Rocket Rockers, Maruli Hasiholan dari the Marmars, Graha Dea dari Homogenic, Oson dari Noin Bullet, Panji Prayoga dari Disconnected, Lucky Mizunata Jolly Jumper.
2010
Album Going Out rilis di tanggal 05 03 2010 dengan single pertama Kartu Mati dan menjadi number 1 top chart indie di Ninety Niners di tanggal 17 04 2010.
merilis video klip Kartu Mati di tanggal 22 04 2010.


Read More »

0 ENDANK SOEKAMTI

16:38 Under From Asep's Robot
[0 Comment]

Endank Soekamti adalah grup musik (band) asal Yogyakarta yang beranggotakan tiga personal: Ari (drum), Dori (gitar), dan Erik (bas dan vokal). Grup ini banyak menggunakan idiom punk dalam bermusik, meskipun tidak mengusung ideologinya. Lirik-liriknya terkesan "semaunya", kadang-kadang kasar, dan "nyeleneh", khas humor Yogyakarta. Nama grup musik ini diambil dari nama dua perempuan yang memiliki kesan dalam kehidupan personilnya. Kata "Endank Soekamti" dapat juga dianggap pelesetan dari idiom "enak sekali".
Grup musik ini berdiri pada bulan Januari 2001. Kariernya diawali dari manggung dari satu panggung pertunjukan ke panggung lainnya di seputaran Yogya dan Solo, terutama pada acara-acara mahasiswa. Pada tahun 2003 mereka merilis album pertama, Kelas 1, dengan hit "Bau Mulut" di bawah label Indie, dan terjual 75 ribu kopi. Album kedua dirilis 2004 di bawah nama Pejantan Tambun dengan 16 lagu. Album ketiga dirilis 2007 dengan nama Sssttt...!!!. Album pertama diproduksi di bawah label "Proton Record" dan album kedua dan ketiga di bawah "Warner Music Indonesia".
Penggemar grup ini dijuluki Kamtis.
Read More »

0 EFEK RUMAH KACA

16:36 Under From Asep's Robot
[0 Comment]

Efek Rumah Kaca adalah grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Mereka dikenal oleh para pecinta musik di Indonesia lagu-lagu mereka yang banyak menyentuh dan memotret keadaan sosial masyarakat di sekitar mereka pada semua tingkatan. Sampai sekarang, band ini sudah mengeluarkan dua buah album studio, yaitu Efek Rumah Kaca pada tahun 2007 dan Kamar Gelap pada tahun 2008.
Mulai Januari 2009, mereka dipercaya untuk mengisi rubrik khusus seputar pemilu di surat kabar Kompas setiap hari Sabtu.


Latar Belakang
Efek Rumah Kaca pada awalnya dibentuk pada tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personel, akhirnya mereka memantapkan diri dengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama ini kemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca - diambil dari salah satu judul lagu pada album perdana mereka.

Musikal
Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock.

Penghargaan
Nominator AMI Award 2008
Rookie of the Year 2008, Rolling Stone Indonesia
Peraih MTV Music Award 2008, kategori The Best Cutting Edge

Read More »

0 EDANE

16:34 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
EdanE adalah grup musik beraliran hard rock dan heavy metal Indonesia asal Jakarta yang mulai berkarya sejak tahun 1991. EdanE dikenal dengan permainan gitar edan dari Eet Sjahranie, personel motornya yang pernah sepanggung dengan musikus-musikus legendaris Indonesia seperti God Bless, Iwan Fals, dan Sawung Jabo.


Sejarah
Nama EdanE berasal dari singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh, yang akhirnya menjadi E dan E. Saat terbentuk tahun 1991, EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satriatama (drum).
Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, "The Beast" (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE, namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggantikan Ecky, Heri Batara menjadi vokalis utama dalam dua album Edane, "Jabrik" dan "Borneo" - namun dalam pengerjaan album "Borneo" Heri Batara sempat sakit dan digantikan oleh "Fatah Mardiko" untuk beberapa lagu dalam album tersebut. Setelah dua album tersebut,posisi Heri Batara diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx.
Pada pertengahan tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis, pada 9 Juli 2003 Trison mengundurkan diri dari EdanE, yang diikuti berita simpang siur mengenai pengunduran dirinya. Setelah Trison mengundurkan diri, EdanE mendapatkan vokalis baru, mantan anggota Razzle Band yaitu Robby Matulandi, yang biasa membawakan lagu-lagu dari Guns n Roses, grup musik rock asal Amerika Serikat. Dengan hadirnya Robby sebagai vokalis, EdanE kembali mengusung musik beraliran hard rock dengan menonjolkan kemampuan individual masing-masing personelnya di album mereka. Menurut Eet Sjahranie, pergantian vokalis ini sering terjadi karena sejak pembuatan album Borneo, di antara personel EdanE terdapat ketidakseimbangan dalam hal memenuhi tuntutan musik EdanE.
EdanE telah merilis tujuh album, antara lain The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), Time To Rock (2005) dan Edan (2010), dimana Album 9299 (Aquarius Musikindo) merupakan kompilasi lagu baru dan lagu lama, dengan lagu "Untuk Dunia", "Dengarkan Aku", dan "Rock On" yang menjadi hit single. Lagu lama yang masuk antara lain "Jabrik", "Ikuti" dan "Borneo" yang sarat dengan unsur etnik Dayak.

Karakter musik
Aliran musik EdanE adalah hard rock, walaupun Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Menurut Eet dan Fajar, proses penciptaan musik EdanE banyak bertolak dari rif-rif yang dimainkan di studio yang kemudian berkembang menjadi komposisi dan akhirnya lagu, inilah sebabnya penggarapan album EdanE selalu lama. Untuk satu album EdanE bisa menghabiskan lebih dari seratus shift, jumlah yang cukup banyak bagi grup musik lain.
Sejak dirintis tahun 1991, manajemen EdanE telah berpindah dari tangan ke tangan. Saat pertama terbentuk ditangani oleh Ali Akbar, kemudian pindah ke Jimmy Doto, lalu ke Aci, dan pernah pula ditangani sendiri. Saat ini manajemen EdanE dipegang oleh Heri Batara dengan Rock On Management-nya.
Group EdanE pernah menjalankan kontrak dengan Sony BMG. Setelah lepas, mereka bergabung dengan Log Management yang dipimpin oleh Log Zhelebour. Log Zhelebour telah mengenal Eet Sjahranie sejak tahun 1989, pada saat Eet masih bergabung dengan grup musik God Bless dan menelurkan album "Raksasa" (1989) dan "Apa Kabar" (1997).
Read More »

0 DEAD SQUAD

16:30 Under From Asep's Robot
[0 Comment]

Dead Squad adalah band yang terbentuk Stevie Item (Andra & The Backbone) dan Ricky Siahaan (Seringai). Berkumpul untuk membuat band baru untuk memuaskan keinginan mereka dengan band old school Metal. Untuk melengkapi formasi, Bons dari Tengkorak dan Andyan dari Siksakubur diajak untuk bergabung.
Band ini tidak layak untuk membuat musik mereka sendiri, karena mereka berpikir itu hanya sebuah band proyek. Ricky mengundurkan diri dari band karena kegiatan pekerjaannya, Pada bulan Juni 2006, Prisa dari Zala muncul untuk menjadi gitaris. Beberapa saat kemudian, Babal (Alexander) direkrut menjadi vokalis. Dengan formasi ini mereka membentuk Deadsquad, 29 Agustus 2008
Pada bulan November 2007, Prisa resmi mengundurkan diri dari Deadsquad. Pada bulan Oktober 2008, Christopher Bollemeyer, gitaris dari band Netral menjadi gitaris. Pada bulan yang sama, Daniel (Abolish Conception) bergabung. Maret 2009, mereka bekerja sama dengan Rottrevore Records (Indonesia), mereka merilis album Horror Vision sebagai album pertama mereka.
9 Maret 2009 mereka berhasil membuka konser Lamb of God di Jakarta.


Dead Squad adalah sebuah band metal yang sebagian personilnya telah memiliki nama sebelum dead squad dengan personilnya yaitu :
Stevie Item  Andra & The Backbone bagian Gitaris
Christopher/Coki Netral bagian Gitaris
Bonsquad ex-Tengkorak bagian Bass
Adrian Gorust ex-Siksa Kubur bagian Drum
Daniel ex-Abolish Conception bagian Vokal

Pengaruh
Band ini dipengaruhi oleh beberapa band-band Death Metal, terutama genre Technical Death Metal. Beberapa diantaranya; Necrophagist, Visceral Bleeding, Spawn of Possession,Disavowed, Decrepit Birth, dan Nile.
Read More »

0 DEAD METAL

16:27 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakankekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt dipopuler kan pada akhir 80an ) atau geraman maut (death growl dipopuler kan pada akhir 80an )dengan suara tenggorokkan (guttural/gurgle)".
Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell (1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Cannibal Corpse, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan , Suffocation, Grave, Necrophagist .

Kemudian era 2000'an, Death Metal berkembang sangat pesat. Banyak band-band jebolan aliran death metal menjadi pembaharu dalam musik metal. Band-band tersebut antara lainInhuman Dissiliency, Disavowed, Viraemia, Hiroshima Will Burn, Amon Amarth (Viking Death Metal) , Inveracity, The Berzeker, Dying Fetus, Condemned(brutal death metal) , dan masih banyak lagi.
Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an dengan band thrash metal Rotor di Jakarta. Pergerakkan utama Death Metal Indonesia diketahui pasti masuk pada awal 1990-an dan juga tidak pasti siapa dan dimana band pertama di Indonesia yang mengusung aliran ini,akan tetapi band band yang telah lama bergelut di dunia death metal tanah air ini adalah Trauma (1992-sekarang) Death Vomit(1995-sekarang) Jasad(1995-sekarang) Bloody Gore(1997-2002),Siksa Kubur(1996-sekarang),Forgotten (1995-sekarang) dan masih banyak lainnya.

Perkembangan musik Death Metal di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat baik. Diantaranya terusulkannya suatu forum pusat dari pecinta Death Metal Indonesia,yang bernama Indonesian Death Metal atau disingkat IDDM. Kemudian juga muncul Indogrind.net(webzine), staynocase,dapurletter,xtremezine.net serta adanya majalah yang mengulas genre musik ini seperti CRUSHING!, GERILYA MAGAZINE,dan lainnya. Juga didukung oleh label label indie yang membantu untuk melabelkan serta mendistribusikan cd album mereka seperti Rottrevore Record(Jakarta),Extreme Soul Production/ESP(Bandung).No Label Record(Surabaya) yang telah menelurkan puluhan band di setiap kota di Indonesia.

Band-band Death Metal di Indonesia sekarang antara lain Asphyxiate, Bleeding Corpse, Death Vomit, Internal Darkness, Destruction, Kill Harmonic, Grind Buto,Infected Voice, Brain Ass, Hatestroke, Sickmath, Hellbeyond, Siksa Kubur, Venomed , Bleed Unclear, Sadistis,Funeral Inception ,Trojan,Ababil,Panic Disorder,Hydroshepalus,Paranoid Despire dan sebagainya karena hampir setiap kota memiliki band deathmetal .

Perkembangan Death Metal Indonesia setelah terciptanya IDDM, merupakan sebagai indikasi dan peresmian komunitas-komunitas Death Metal di seluruh wilayah Indonesia untuk go on public atau menunjukkan diri mereka masing-masing pada publik. Seperti pada saat ini, banyak sekali kelompok komunitas Death Metal Indonesia di wilayah mereka masing-masing yang sudah menunjukkan diri mereka di Internet. Komunitas-komunitas tersebut masih merupakan bagian dari Indonesian Death Metal/IDDM. IDDM merupakan salah satu web penghubung yang menjadi tempat bertukar pikiran maupun aspirasi hingga media untuk iklan / promosi album maupun merchandise. Komunitas-komunitas tersebut diantaranya adalah Surabaya Death Metal ,Malang Death Metal Force, Bandung Death Metal, Bekasi HORDE! Death Metal, Jogjakarta Corpse Grinder,Surakarta Death Metal,Magelang Death Metal Militia, Semarang Death Metal, Bali Death Metal sampai Samarinda Death Metal dan masih banyak lagi komunitas di seluruh Indonesia.

Serta kemajuan untuk musik keras ini ditandai dengan membludaknya penonton di setiap event yang dihadirkannya band band deathmetal seperti BANDUNG BERISIK I,III,IV,V,BANDUNG DEATHFEST (yang diyakini sebagai DEATHFEST pertama ASIA/TENGGARA),J AKARTA DEATHFEST, SURAKARTA DEATHFEST I,II , JOGJA BREBEG,ROCK IN SOLO I,II,III,IV,V,JOGJA HELLNATION,JAKARTA FEAR,TRENDY BANGSAT(SURABAYA), BALI DEATHFEST dan masih banyak event event kota lain yang akan siap membuat metalhead luar kota berdatangan.

Indonesia juga memiliki band band berkualitas yang diakui dunia sehingga ada yang bermain ke luar negeri seperti JASAD(BANGCOCK DEATHFEST) DEATH VOMIT (AUSTRALIAN TOUR 2010) dan lain lain
Beberapa subgenre death metal:
  • Technical death metal - Death Metal yang dikembangkan dengan nada-nada diatonis, merupakan perkembangan dari musik Death Metal ke yang lebih kompleks. Seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antara death metal dengan progressive rock dan jazz fusion.Band :Necrophagist,Spawn Of Possesion
  • Melodic death metal - heavy metal dicampur dengan beberapa unsur Death Metal, misalnya death growl dan blastbeat
  • Progressive death metal - gabungan antara death metal dan progressive metal
  • Brutal death metal - Brutal Death Metal merupakan perkembangan dari Death Metal itu sendiri. Brutal Death Metal merupakan salah satu perkembangan yang berhasil menghasilkan perkembangan lagi di genre Death Metal. Brutal Death Metal menghasilkan Slamming-Gore Brutal Death Metal, Slamming-Groove Technical Brutal Death Metal, Slamming Goregrind, Slamming Down Tempo.Band:Suffocation,Internal Bleeding,Pyrexia,Sintury,Devourment
  • Deathcore - extreme musik yang rootnya dari hardcore dengan menginfluence band band deathmetal.
  • Death/Doom - gabungan antara doom metal dan death metal
  • Blackened death metal - Blackened Death Metal merupakan usul-usul yang dilakukan oleh band-band Death Metal yang ingin menggabungkan kembali unsur Black Metal pada Death Metal seperti yang terjadi pada Era Pertama Death Metal, di mana Death Metal masih tercium bau-bau Black Metal.
Read More »

0 BURGERKILL

16:25 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Burgerkill adalah sebuah band metalcore yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat. Nama band ini diambil dari sebuah nama restaurantmakanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian oleh mereka diparodykan menjadi "Burgerkill".

Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.

Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudulMasaindahbangetsekalipisan tersebut.

Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudulIndependent Rebel.

Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis).

Pada tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi oleh Riotic Records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.

Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.

Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.

Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.

Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.

November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.

Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.

Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Tahun 2009 menggelar konser "Allegiance to Metal Tour 2009" bersama Psycroptic dan Nemesis.

Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia. Band ini juga akan merilis album baru mereka, Venomous pada bulan Juni 2011.
Read More »

0 VEGAN

16:03 Under From Asep's Robot
[0 Comment]

Vegan adalah band dengan musik ala permainan Game Boy yang unik, grup band Vegan ingin memberikan sesuatu yang berbeda di industri musik Indonesia.
Vegan sendiri terdiri atas empat orang, yakni Gusti Firly (vokal/gitar), Rheza Pramudita (bass), Rama Cristna (gameboy/programmer) dan Jagad Gemilang (drum). Mereka menamakan genre musik ini sebagai Powerpop 8 bit.
“Kami band baru. Untuk awal, kami harus menampilkan sesuatu yang unik, yang beda dengan yang lain. Musik kami dibumbui dengan mainan gameboy sebagai ciri musik Vegan yang menghasilkan suara-suara 8bit ala mainan,” ujar Firly dalam rilis yang diterima Okezone.
Tidak dipungkiri Vegan, genre musik powerpop 8 bit, terbilang jarang untuk kalangan industri musik kecuali di kalangan musisi independen atau indie dan Vegan menjadi band pertama yang mainstream menggunakan Gameboy sebagai instrumennya.
“Powerpop adalah genre musik yang pas buat kami, musik pasaran remaja. Dengan basic musik pop dan lebih berpower tentunya, kami harus menjadi anak muda yang energik,” lanjut Firly.
Dipilihnya genre powerpop 8 bit karena terinspirasi YMCK, band asal Jepang yang menganut aliran Chiptune 8-bit.
“Musik-musik chiptune 8-bit dari YMCK yang awalnya menginspirasi kami untuk memasukkan unsur musik chiptune ke dalam musik kami yang identik dimainkan dengan instrumen gameboy ini,” papar Rama.
Saat ini, Vegan memiliki sebuah single yang bertajuk Hey Monster dan albumnya akan dirilis sekira akhir tahun ini.
Read More »

0 LAST CHILD

15:51 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Last Child adalah sebuah band yang terbentuk pada awal tahun 2006 lalu dengan beranggotakan 3 orang yaitu Virgoun, Dhimaz, Ary Cever.
Mereka terbentuk di sebuah tempat dimana kami berkumpul, tertawa, suka, duka bersama. Sebelumnya kami juga pernah tergabung dalam satu band,tetapi kami mengalami perpecahan band tersebut.
Akhirnya  mereka  di pertemukan kembali oleh tuhan dengan formasi baru yaitu LAST CHILD yang bertahan hingga saat ini untuk bisa berkarya dan bergabung di deretan band-band lainnya. Mereka  memutuskan untuk lebih serius dalam memajukan band ini dalam industri musik tanah air.
Kami pun terus berupaya dalam berkarya. Seiring dengan berjalannya waktu,  mereka mencoba untuk membuat lagu sendiri, kami menamakan genre kami yaitu “proggressive punk’pop.
Berikut ini band-band yang menjadi influence  mereka diantaranya adalah blink182 [R.I.P], Fall Out Boy, Paramore, motion city soundtrack, boxcarracer, transplants, rancid, angels and airwaves.
Seiring berjalannya waktu, kami menambah unsur harmonic (synth) di dalam musik-musik yang kami ciptakan.
Dan kamipun memutuskan untuk merekrut seseorang yang bernama “Bayu” yang kami jadikan additional saat live performance untuk memainkan synthisizer.  Mereka mencoba untuk memberi warna musik mereka, dengan ciri khas musik  mereka  sendiri. 
Read More »

0 CLOSEHEAD

15:46 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Closehead dibentuk pada tanggal 18 Januari 1997 , bermula dari ide sekelompok anak muda penuh semangat yang menyukai musik yang beraliran Melodic Punk, maka terbentuklah sebuah band yang bernama Closehead. Pada awal terbentuknya Closehead, banyak dipengaruhi oleh band-band luar yang bergenre Melodic Punk seperti Not Available, MXPX, Blink 182, dan band lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, Closehead mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dengan harapan semua orang dapat menerima lagu-lagu yang mereka ciptakan. Dalam perkembangannya untuk menciptakan suatu band yang solid, Closehead banyak melakukan beberapa perombakan dalam segi formasi band. Terhitung selama kurang lebih 6 tahun telah, terjadi pergantian personil sebanyak 5 kali, yang membuat musikalitas mereka berkembang menuju titik yang solid. Setelah melalui berbagai perkembangan musik khususnya di kota Bandung dan tampil dalam berbagai event musik, Closehead mulai mencoba menampilkan warna musik mereka sendiri. 
Dan setelah mengikuti beberapa kompilasi yang bergenre Melodic Punk di Bandung, Closehead akhirnya menghasilkan sebuah mini album (EP) yang dirilis pada bulan Juli 2002 oleh My Own Deck Records dengan menampilkan 5 lagu andalannya. Dan di Bandung sendiri, lagu Closehead telah masuk dalam request line beberapa radio swasta terkemuka di Bandung, dan sebuah lagu Closehead yang bertitle ‘Eat My Holiday’ sempat menjadi top chart Indie di sebuah radio swasta terkemuka di kota Bandung. Pada pertengahan tahun 2007 Closehead mengeluarkan Split album bertitle “DiscoPunkHead”, dan sebuah singlenya berjudul “Berdiri Teman” kembali masuk top request line radio-radio swasta terkemuka di Bandung, hingga tahun 2008 ini single tersebut masih masuk top request radio-radio swasta bandung dan beberapa kota lainnya, dilanjutkan dengan Kompilasi Family Vol.1 Distro Linoleum dan Nu Buzz.1 Prambors 2008. 
Saat ini CloseHead sedang dalam proses pembuatan full Albumnya. Adapun visi dan misi Closehead sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia, menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan serta mampu menghibur, khususnya kalangan muda yang banyak mengalami dinamika perkembangan zaman dan menampilkan performa terbaik bagi para pendengar Closehead baik dalam live stages maupun dalam karya musik (materi lagu) yang Closehead hasilkan.
Read More »

0 FULL OF ENVIOUS

15:44 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Full Of Envious adalah band yang dimulai dari hobi personil yang sama dalam musik ekstrim. Akhirnya mereka dianjurkan untuk membentuk sebuah band yang dikombinasi semua konsep musik yang berbeda dari setiap anggota. Pada bulan Februari 2004, mereka membentuk sebuah band Indie yang bernama FULL OF ENVIOUS (FOE). Dalam band FULL OF ENVIOUS yang berasal dari Bogor ini, ada 6 personil yang akan siap untuk menunjukkan kepada dunia mengenai kemampuan mereka. Mereka ialah Entus (Vocal), Andika (Gitar), Dika (Guitar), Yanri (Bass), Danar (Keyboards), dan Fahmi (Drums). Tentu Full Of Envious adalah band Metal!
Read More »

0 LOSING FRIEND

15:42 Under From Asep's Robot
[0 Comment]
Losing Friend dibentuk pada pertengahan 2005 (hari sekolah tinggi) terdiri Reyan (Vokal), Topan (Bass), Yogi (Gitar), Subhan (Drum), Mulai dari hobi kami, bermain musik dan minat dalam musik rock emosional yang mulai mekar dan mencapai puncaknya pada waktu itu. Kami membawa keinginan yang kuat untuk membuat warna baru di aliran musik ini di kota Bogor pada khususnya, Indonesia, dan bahkan tidak menutup kemungkinan di dunia musik (fantasi). Untuk mewujudkan itu, kami mengambil Ami untuk mengisi biola dalam beberapa trek rekor kami.

Setiap dari kita memiliki selera musik yang berbeda, oleh karena itu musik yang kami temukan adalah musik yang Idealisme bersenjata dan dampak yang kami dapatkan dari berhala kita, sehingga kita bisa mengatakan "musik kami adalah perasaan kita dan (masih) tidak dipengaruhi oleh komersial" dan ingin kita untuk menikmati kita sendiri dan menyampaikan kepada Anda semua.

Seperti setiap band, banyak kendala yang muncul dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pujian dan memarahi, krisis ide, bahkan kesibukan yang memaksa kita untuk melakukan banyak perubahan, cukup untuk risiko kelangsungan hidup Kehilangan teman.

Pada awal 2008, Kehilangan teman membentuk formasi tetap (mudah-mudahan), kami Andiesha Reyan (vokal), Arieffiandi Yogi (gitar), Ardian Reviandi (gitar), Rahmat Taufan (bass), Febiancha (biola), dan Nurdin Subhan (Drum ). Kami berterima kasih kepada Tuhan bahwa kami telah menerbitkan sebuah EP berjudul Goodbye Miserable berisi 7 lagu dengan segala usaha dan pengorbanan. mini A-launching diadakan pada tanggal 30 Agustus 2008 yang berlokasi di Bogor Pangrango Plaza Lantai 5 juga dimeriahkan oleh teman-teman kami band lokal.
Read More »
Oxygen Chrome